Anak mengeluh tidak punya teman

18 Sep

Kemarin adik saya yang masih berusia 6 tahun mengeluh tidak punya teman disekolah.  Hal pertama yang saya tanyakan pada adik saya adalah apakah ia berbuat sesuatu yang  tidak menyenangkan pada temannya sehinnga temannya enggan bermain dengannya, adik saya menjawab tidak melakukan apapun. Namun bagi saya dan ibu saya hal ini bukan lah kali pertamanya adik saya mengeluh tidak punya teman di sekolah. Sebelumnya waktu di TK dulu adik saya pun pernah mengeluh tidak punya teman. setelah diamati ternyata pada saat bermain bersama adik saya kurang bersahabat dengan temannya dalam arti emosinya kurang terkontrol dan suka mengatur. Akibatnya temannya merasa enggan bermain bersamanya.

Sebenarnya apa sih yang mengakibatkan anak kecil sulit bergaul?

Seperti tulisan  dari kompas.com yang saya kutip dijelaskan bahwa anak yang mudah bergaul merupakan ciri anak yang memiliki kecerdasan sosisal (Interpersonal). Kecerdasan sosial adalah kemampuan seseorang dalam berinteraksi antarpribadi satu dengan pribadi lainnya, serta dapat menempatkan diri pada lingkungan. Anak yang cerdas sosial juga cerdas diri (intrapersonal). Cerdas diri artinya kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri, bagaimana ia mengolah diri sendiri baik emosi maupun pemikirannya dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Anak yang dapat mengolah dalam arti emosi nya lebih terkontrol akan lebih mudah untuk bergaul.

Selanjutnya Hedwig Emiliana Tulus, S.T., Psi , psikolog dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, mengemukakan dua penyebab anak tidak memiliki teman. Pertama, anak pada dasarnya pemalu. Kedua, anak tidak punya bekal cukup akan aturan social. Ini membuat dia sulit memulai hubungan dengan orang lain. Ia bahkan bisa berbenturan dengan lingkungan sosialnya.

Anak yang mempunyai pemahaman yang baik akan aturan social akan lebih mudah untuk bergaul. Aturan social disini misalnya bagaimana cara menegur sapa orang lain dan meminta maaf saat salah

Lalu bagaimana menangapi anak yang mengeluh tidak punya teman.

  • Tanyakan apakah anak melakukan suatu hal yang tidak menyenangkan pada temannya. Hal ini akan membiasakan anak untuk introspeksi terlebih dahulu daripada menyalahkan temannya.
  • Berikan tanggapan positif yang membangun anak misalnya “Mungkin temanmu tidak tahu kalau kamu ingim bermain dengannya karenanya besok kamu sapa temanmu dan ajak bermain.”
  • Selalu ajarkan anak untuk berterima kasih saat dibantu dan meminta maaf jika melakukan sesuatu yang salah.
  • Jika anak memiliki emosi yang tidak terkontrol terangkan bahwa mungkin temannya enggan bermain dengannya karena emosinya.
  • Konsultsikan dengan guru pembimbing anak tentang masalah ini karena selama anak di sekolah yang mengawasi gerak gerik anak adalah guru. Dan dari guru kita dapat meminta saran untuk mengatasinya.

 

Sumber :

http://female.kompas.com/read/2011/11/11/09340512/4.penyebab.si.kecil.tak.punya.teman

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/balita/psikologi/trik.agar.anak.punya.teman/001/007/673/1/1

 

Drama Jobseeker?

18 Agu

Oke setelah lulus  dan sudah resmi mendapat ijasah, masalah yang dialami para fresh graduate adalah mencari pekerjaan. Gampang gampang susah sih sebenernya cari pekerjaan itu ibaratnya kalo kata orang tua itu dapet pekerjaan tergantung gimana rejekinya kita, mungkin untuk para lulusan universitas ternama dan mempunyai ipk bagus ( diatas 3,00) akan lebih mudah mendapat pekerjaan atau minimal panggilan untuk psikotes atau interview lain hal sama para lulusan dari universitas biasa aja atau lulusan dari universitas ternama tapi ipk nya pas-pasan, Tapi bener gak sih kalo hal ini berlaku sama semua orang dengan atau bener gak sih kalo lulusan universitas ternama (universitas Negri) lebih cepat dapet kerja dibanding sama lulusan lainnya?

Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Iya karena image yang saat ini masih beredar di kalangan masyarakat kalau lulusan universitas negri itu mempunyai kualitas yang lebih baik dari lulusan universitas lain, hal ini didasarkan karena masuk universitas negri itu kan susah (dengan tes terlebih dahulu) jadi gak semua orang bisa masuk ke universitas negri, dan sudah pasti mereka yang diterima juga merupakan mereka yang terbaik diantaranya. Tapi apakah hal selalu begitu nyatanya masuk universitas negri bisa dibilang untung-untungan bukan berarti orang yang pintar sudah pasti lolos tes masuk universitas negri ada kok orang yangpintar malah tidak diterima, malah ada orang yang biasa biasa aja diterima. disamping itu banyak dari staf HR di perusahaan ternama sekarang ini merupakan lulusan dari universitas negri karena itu pada saat perekrutan karyawan baru atas nama setia pada alamamater lulusan dari universitasnya pasti lebih di pertimbangkan.

Jadi kalo begitu percuma dong para llulusan universitas lain melamar di perusahaan – perusahaan tersebut atau singkatnya mereka yang dari universitas lain hanya dapat sisaan saja?

siapa bilang, karena itu diatas saya sampaikan tidak selalu lulusan dari universitas negri yang lebih mudah mendapat pekerjaan hal ini karena saat ini perekrutan sudah banyak perusahaan yang dalam tahapan perekrutan  karyawan baru melalui psiko tes sehingga, hal ini dikarenakan perusahaan juga tidak ingin seperti membeli kucing dalam karung, dalam arti karyawan yang diterima jangan hanya menjual nama almamater dan ipk besar tapi dalam kontribusinya untuk persuhaan tidak menghasilkan keuntungan.  Psiko tes juga dilakukan agar karyawan baru yang diterima di suatu perusaan bener- bener memiliki kriteria seperti yang di ingginkan perusahaan sehingga apa yang diharapkan oleh perusahaan dari karyawan baru tersebut dapat terpenuhi. Dari psiko tes yang di lakukan perusahaan bisa melihat bagaimana kepribadian calon karyawan baru, kemampuannya serta kekuranggannya, dan apakah hal ini sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Karena itu untuk para jobseeker yang merasa putus asa karena belum dapat panggilan kerja atau selalu gagal pada saat psiko tes. terruslah semagat dan selalu berdoa. ingat usaha tampa dibarengi doa tidak akan memuluskan jalan. dan selalu empersiapkan diri saat ada panggilan. tipsnya adalah cukupkan istirahat dan jangan lupa makan sebelum melakukan psiko tes, jangan lupa berdoa dan selalu tenang dan berpikiran positif, di jamin sesuatu yang indah akan hadir diwaktu yang tepat jika kita terus berusaha.

Dear D

27 Jun

Pagi ini seperti biasa aku tebangun karena suara oma yang merepet soal betapa air minum cepat sekali habis, ditambah repetan lain tentang ade laki-laki ku yang  suka sekali memberantaki kamar. Yah beginilah pagi hari dirumah…Daripada mood makin jelek karena pagi di hari udah dimulai dengan  yang tidak enak, setelah rapih aku langsung berangkat kerja.

Entah kenapa pagi ini aku punya firasat ketemu Mr D di stasiun kereta. dari hari pertama ku masuk kantor yang karena jaraknya mengaharuskan aku naik kereta untuk sampai kesana, aku selalu berharap untuk tidak bertemu dia di stasiun. Kenapa??? karena aku sadar cerita aku sama dia ibarat lagu Dewa  dengan judul bertepuk sebelah tanggan.

Aku masih ingat awal perkenalan kita yang karena keisengan temen ku meminta nomernya di parkiran kampus dan aku yang tidak mau menyiakan nomernya dan dengan percaya dirinya mengirim pesan untuknya (Mr D), sampai akhirnya kita jadi sering berbalas pesan ya walau kebenyakan aku yang mulai megiriminya pesan terlebih dahulu. tapi hal ini gak berlangsung lama setelah 3 atau 4 bulan saling berbalas pesan aku memutuskan menyudahinya karena  selama aku berbalas pesan dengannya hubungan kami hanya lewat pesan semata walau sebenernya aku merasa mengenal Mr D lebih baik  dangan saling berbalas pesan. Tapi ini dunia nyata bung bukan skenario FTV, hubungan semacama ini gak jelas arah dan tujuannya. ditambah fakta bahwa kami berbeda keyakinan semakin memantapkan aku untuk menyudahinya. 

Satu semester tidak kontak kami dipertemukan lagi dengan cara yang tidak kalah seru. Siang itu dosenku sedikit tersulut emosi karena mendengar berita bahwa hanya mahasiswa yang sedang menyusun skipsi saja yang boleh masuk ruang refrensi di perpustakaan kampus. Aku diminta untuk menemaninya ke perpus untuk mencari kebenaran berita ini, sampai di perpus dosen ku langsung mencecar pustakawan yang sedang betugas dengan banyak pertanyaan, tapi aku merasa sedikit aneh kenapa pustakawan yang sedang dibombardir pertanyaan dengannada tingi oleh dosenku ini malah sepertinya senyum-senyum kearah ku hingga membuatku melirik kebelakang, kanan dan kiri ya barang kali saja yang dia beri senyuman itu orang di dekatku tapi tidak ada orang lain didekat ku, begitu sampai kembali dikelas aku pun langsung bercerita pada teman-teman kalau ada perpustakawan yang ganteng di perpus kampus kita, setelah sampai rumah aku baru sadar kalo perpustakawan itu adalah Mr  D laki-laki yang pernah berbalas pesan denganku beberapa bulan yang lalu. Setelah kejadian itu kejadian lucu lain terjadi tepatnya dilobi kampus, seorang temaku yang usil menarik tanggan Mr D dan membawanya ke arahku, sebagai balasan karena keusialanku menjailinya dengan memanggil seorang mahasiswa yang disukainya. Aku masi ingat bagaimana malunya aku saat itu. Semenjak hari itu aku jadi sering berkunjug ke perpustakaan hanya untuk mencuri perhatiaannya. Kami juga sempat taruhan bola bersama dan karena aku menang di memberikan aku permen jelly dan kami pun punya kesempatan untuk berbincang berdua dengan cukup lama. Aku masih ingat bagaimana aku salah tingkah dan kehabisan kata-kata saat itu. Kami kembali tidak saling kontak setelah Mr D lulus dan mulai bekerja, aku sadar jarak kami terlalu jauh sekarang hanya kedekatanku dengannya tak lebih dari sekedar teman ya walau aku menyipan perasaan dengaannya.

*****

Waktu berlalu aku tengah meyusun skipsi dan membuatku harus bulak balik ke perpustakaan nasional untuk mencari bahan. Kebetulan itu pun terjadi lagi hari yang sudah beranjak siang tapi tak berpengaruh sedikitpun pada banyaknya orang yang menunggu kereta di distasiun, ternyata hari itu kereta mengalami ngangguan yang menyebabkan kacaunya jadwal keberangkatan. Aku yang sudah gelisah karena temanku tak juga tiba di stasiun sengaja menunggu di luar peron, sampai aku melihat sorang yang sudah 1 lebih tidak pernah aku temui atau bahkan kontak ya MR D.  rasanya ingin sekali aku menegurnya, walau lebih banyak ketakutanku karena mungkin saja dia sudah tidak mengenaliku lagi. Keberanianku kurang untuk mengenur terlebih dahulu akhirnya aku putuskan diam saja tapi tak lama kemudian ada pesan masuk ke telpon gengam ku dan itu dari Mr D

Mr D    : lagi di Stasiun lo?

Aku      : Iya kok tau

Mr D    ; Keliatan di CCTV

Aku      : emang gue maling keliatan di CCTV

Mr D    : sama siapa lo?

Aku      : sendirian temen gue belom dating

Setelah pesan itu Mr D tidak membalas lagi dan aku menarik kesimpulan kalau dia juga melihat ku dan hanya ingin memastikan kalau itu aku agar bias pergi menjauhi ku. Kereta pun dating aku  pun bersiap untuk naik. Namun tiba-tiba sosok yang aku perhatikan sejak tadi berjalan kearah ku Mr D menebar senyum dan kami pun berbincang banyak selama perjalanan. Semenjak hari itu aku kembali berkomunikasi dengannya, aku juga kali bertemu secara tidak sengaja di stasiun. Hubungan kian dekat aku bahkan sempat 2 kali kekantornya yang pertama karena aku ingin pulang bareng dengannya yang kedua utuk mengantarkan undanganpernikahan kakaku padanya. 2 kali juga aku diantar pulang kerumah dengannya. Aku juga dikenalkan pada seorang temannya. Mr D pun sempat ku kenalkan pada tante dan sepupuku. Mr D sempat beberapa kali mengajakku jalan walau pada hari H nya ia menghilang tak ada kabar kejelasan dan aku kecewa puncaknya hubungan ku dengannya kembali meregang karena Mr D tidak datang ke pernikahan kakak ku dan ketidakhadirannya tanpa ada kabar berita. Ya aku  sangat kecewa tapi hal ini menyadarkanku kembali dimana posisiku, aku selalu merasa hal yang membuat kami seakan jalan ditempat mungkin karena perbedaan keyakinan kami.  beberapa hari setelahnya aku mengetahui Mr D sudah punya kekasih. Dan karena keingintahuanku yang besar di sertai canggihnya teknologi sekarang ini aku tau  Mr D dan pacarnya yang sekarang juga berbeda keyakinan. Hal ini membuatku bingung apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Mr D. aku sadar mungkin selama ini hanya aku yang menyukainya Sentara dia tidak.

*****

 

Dan benar saja pagi itu distasiun kereta aku kembali betemu dengannya.  Aku kembali bebincang dengannya. Walau aku tidak mau bertemu dengannya tapi tetap saja hati kecilku mengharapkan bertemu dengan nya dan selalu merasa senang jika aku bertemu dengannya. Sebagaimana 2 tahun lalu disaat aku pertama kali bertemu dengannya aku masih tetap menyimpan perasaan padanya bagaimana rasa sukaku tumbuh terlalu jauh sehingga akhirnya saat ini aku seakan terkurung oleh perasaan itu sendiri. Aku ingin melupakannya menjalani kembili hari ku dengan normal, tanpa teringat oleh bayangnya  dan melupakan sakitnya cinta sebelah tanggan aku selalu menebak apa sesungguhnya perasanya terhadapku.  Aku yakin masih akan ada pertemuan yang lain di hari nanti dengannya. Walau satu yang tak bisa aku yakini kapan aku akan sepenuhnya melupakan perasaanku padanya.

*****

 

 

 

 

Psikologi perkembangan Organisasi berbasis sistem informasi

13 Nov

SISTEM INFORMASI PSIKOLOG
PENGERTIAN SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin yaitu systema dan dari bahasa Yunani yaitu sustema. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari kompoen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, dimana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item- item penggerak. Sebagai contoh, misalnya negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang membentuk suatu negara.
Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan pengertian dari sistem tersebut. Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsur – unsur tersebut dengan lingkungan. Ada juga Anatol Raporot yang mendefinisikan arti dari sistem itu. Menurut beliau, sistem merupakan suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.L.Ackof, menyebutkan bahwa sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian – bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lain.
Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem merupakan sekumpulan elemen atau unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Ada beberapa elemen yang membentuk suatu sistem, yaitu tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme, pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen – elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan, entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali.
2. Masukan
Masukan atau input sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal – hal yang berwujud maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah sedangkan yang tidak berwujud contohnya adalah informasi.
3. Proses
Merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai
4.Keluaran
Keluaran atau output merupakan hasil dari pemprosesan. Pada sistem informasi keluaran bisa merupakan informasi, saran, cetakan laporan dan lain-lain.
5. Batas
Batas sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem. Batas sistem mempengaruhi konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup system
Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat – sifat yang tertentu, yaitu
1. Komponen
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan komponen dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sub bagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus.
2. Batas sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut
3. Lingkungan luar sistem
Apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara, sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak ingin terganggu kelangsungan hidup sistem
4. Penghubung
Merupakan media penghubung antar subsistem yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran atau output dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung.
5. Masukan
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

6. Keluaran sistem
Hasil dari energi yang diolah dan diklarifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Misalnya, untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan sisa hasil pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7.Pengolahan sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukkan enjadi keluarn. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran
8. Sasaran sistem
Suatu sistem dapat mempunyai tujuan atau sasaran. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
Pada prinsipnya, setiap sistem selalu memiliki 4 elemen :
1. Objek : dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel.
2. Atribut : menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya
3. Hubungan internal : berada diantara objek – objeknya
4. Lingkungan : tempat dimana sistem berada.
Berikut syarat – syarat sistem :
1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan suatu masalah
2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan
3. Ada hubungan diantara elemen sistem
4. Unsur dasar dari arus informasi, energi dan material harus lebih penting daripada elemen sistem
5. Tujuan organisasi lebih penting dari tujuan elemen.

Ada beberapa tipe sistem berdasarkan kategori :
1. Atas dasar keterbukaan
• Sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya
• Sistem tertutup
2. Atas dasar komponen
• Sistem fisik, dengan komponen, materi dan energi
• Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide
Secara garis besar, sistem dapat dibagi menjadi dua :
1. Sistem fisik
Sistem fisik merupakan kumpulan elemen – elemen atau unsur – unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya. Contohnya adalah sismtem komputer, elemen dari sistem komputer berupa peralatan yang berfungsi bersama – sama untuk menjalankan pengolahan data
2. Sistem abstrak
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasi secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen – elemennya. Contohnya, hubungan antara manusia dengan Tuhan.
PENGERTIAN INFORMASI
Informasi adalah kumpulan data yang diperoleh dan memiliki arti bagi penerima dan dapat diolah sehingga data tersebut dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Data itu sendiri dapat berupa tulisan, perkataan dari orang lain, gambar, rekaman suara atau video dan sumber informasi lainnya. Informasi yang diperoleh penerima dapat digunakan dalam sisi positif ataupun negatif. Sisi positif seperti menambah wawasan, memberikan pertolongan serta menciptakan sesuatu. Sedangkan sisi negatif seperti mengancam atau mencelakai orang lain. Contoh bisnis informasi terjadi pada organisasi agen informasi yaitu contoh besarnya adalah CIA di bidang pertahanan. Sedangkan contoh kecilnya adalah siaran radio tentang harga cabe di pasar saat ini.
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep.
Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.
Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Informasi merupakan data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input – proses – output. Sedangkan data itu sendiri merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
Informasi berawal dari sebuah bahasa. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama. Selain itu bahasa berbeda-beda disetiap belahan dunia sehingga dapat menghambat dalam penyebaran informasi.
Seiring berjaannya waktu penyebaran informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan dalam penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
Data yang telah diberi makna melalui konteks juga merupakan informasi. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.
Dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, informasi dapat berupa data ataupun program-program komputer seperti pengolahan gambar dan pengolahan kata. Sehingga untuk menyimpan semua informasi dan perintah tersebut komputer dilengkapi dengan dua macam memori, yaitu RAM (Read Access Memory) dan ROM (Read Only Memory) yang memiliki tugas yang berbeda. Informasi ini dimasukkan melalui alat inputseperti keyboard, joystick, scanner, mause, dan microphone. Serta disampaikan melalui alat output sepertimonitor, speaker, dan printer.
Definisi menurut beberapa ahli :
JONER HASUGIAN
Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah media.
KENNETH C. LAUDON
Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Jadi secara umum informasi adalah sebuat data yang memberikan pengetahuan yang berguna, dapat diolah dan memberikan kekuasaan serta memiliki arti bagi penerima yang digunakan dalam pembuatan keputusan, baik sekarang atau dimasa yang akan datang.
Untuk memperoleh informasi yang berguna, tindakan yang pertama adalah mengumpulkan data, kemudian mengolahnya sehingga menjadi informasi. Dari data-data tersebut informasi yang didapatkan lebih terarah dan penting karena telah dilalui berbagai tahap dalam pengolahannya diantaranya yaitu pengumpulan data, data apa yang terkumpul dan menemukan informasi yang diperlukan.
George R. Terry, Ph. D. menjelaskan, berguna atau tidaknya informasi tergantung pada beberapa aspek, yaitu:
1. Tujuan si penerima.
Apabila informasi itu tujuannya untuk memberikan bantuan maka informasi itu harus membantu si penerima dalam usahanya untuk mendapatkannya.
2. Ketelitian penyampaian dan pengolahan data
penyampaian dan mengolah data, inti dan pentingnya info harus dipertahankan.
3. Waktu
Informasi yang disajikan harus sesuai dengan perkembangan informasi itu sendiri.
4. Ruang dan tempat
Informasi yang didapat harus tersedia dalam ruangan atau tempat yang tepat agar penggunaannya lebih terarah bagi si pemakai.
5. Bentuk
Dalam hubungannya bentuk informasi harus disadari oleh penggunaannya secara efektif, hubungan-hubungan yang diperlukan, kecenderungan-kecenderungan dan bidang-bidang yang memerlukan perhatian manajemen serta menekankan informasi tersebut ke situasi-situasi yang ada hubungannya.
6. Semantik
Agar informasi efektif informasi harus ada hubungannya antara kata-kata dan arti yang cukup jelas dan menghindari kemungkinan salah tafsir.
Jadi, agar informasi itu menjadi berguna harus disampaikan kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam bentuk yang tepat pula. Tidak semua data merupakan informasi. Ada kantor-kantor yang menyimpan data-data atau catatan yang sebenarnya tidak ada gunanya. Sebaliknya informasi yang diperlukan dilengkapi dengan data.
Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
• Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
• Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
• Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Metode pengumpulan data / Informasi :
1. Pengamatan langsung
2. Wawancara
3. Perkiraan koresponden
4. Daftar pertanyaan
PENGERTIAN PSIKOLOG
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Psyche yang berarti jiwa dan logia yang berarti ilmu. Secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan sansekerta JIV yang berarti lembaga hidup atau daya hidup. Oleh karena itu, jiwa merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas.
Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan antropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah :
1. Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor – faktor yang membentuk perilaku sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial.
2. Psikologi sosial
Mempunyai 3 ruang lingkup yaitu :
• Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu
• Studi tentang proses-proses individual bersama
• Studi tentang interaksi kelompok

3. Psikologi kepribadian
Bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
4. Psikologi kognitif
Bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi.
 Aspek Error dalam konteks Psikologi perkembangan Organisasi berbasis sistem informasi
Aspek error merupakan isu resiko yang terdapat dalam lingkungan berbasis Audit Sistem Informasi yang disebabkan oleh ketidaksengajaan. Beberapa point yang harus diperhatikan oleh Auditor dalam aspek error dalam lingkungan berbasis Audit Sistem Informasi:
a. Lack of Information. Kekurangan informasi yang diterima oleh user mengenai aplikasi atau teknologi informasi (IT) yang dimiliki oleh organisasi akan menyebabkan user kekurangan pengetahuan maupun kemampuan dalam menggunakan aplikasi yang diimplementasikanoleh organisasi. Hal ini akan menyebabkan user seringkali melakukan error dalammengoperasikan aplikasi yang ada, sehingga data yang diolah dapat berisiko tinggi, dengan tingkat kesalahan yang cukup besar.
b. Too much jargon. Selain kekurangan informasi, jargon atau istilah yang terlalu beragam dalam aplikasi akan membuat user bingung dalam mengoperasikan aplikasi yang ada. Hal ini terutama terjadi pada karyawan yang sudah berumur, sehingga tingkat kompleksitas dari istilah yang digunakan dapat mempengaruhi resiko tingkat error yang terjadi.
c. Technophobia. Pengalaman yang buruk terhadap teknologi informasi (IT) dapat menjadi trauma tersendiri bagi seseorang atau karyawan. Dampak yang paling buruk dapat menyebabkan seseorang atau karyawan menjadi technophobia. Kesalahan penanganan terhadap technophobiadapat menyebabkan kerugian bagi individukaryawan maupun kerugian besar bagi organisasi bisnis dalam bentuk kesalahan – kesalahan maupun kehancuran data yang dimiliki oleh organisasi bisnis.

 Aspek Fraud dalam konteks Psikologi perkembangan Organisasi berbasis Sistem Informasi
Selain aspek error, terdapat juga aspek Fraud yang merupakan isu resiko dalam lingkungan Audit Sistem Informasi. Fraud merupakan aspek yang dilakukan dengan oleh karyawan, dengan tujuan untuk keuntungan diri sendiri yang tentu saja menjadi kerugian bagi organisasi bisnis. Dalam lingkungan berbasis Audit Sistem Informasi, fraud yang dilakukan karyawan berkenan dengan isu resiko terhadap asset organisasi bisnis, baik asset berupa keuangan (financial loss) maupun asset berupa informasi (non-financial loss) organisasi bisnis.
Fraud yang terjadi dalam lingkungan Audit Sistem Informasi, dikenal dengan istilah Computer Fraud, yakni lebih ditujukan untuk penyelewengan sumberdaya sistem informasi atau komputer yang lebih banyak merugikan keuangan di suatu organisasi oleh orang dalam. Pelaku Computer Fraud biasanya memiliki pengetahuan memadai dan keahlian tentang sistem komputer dan menggunakan komputer sebagai target kejahatan. Namun, tetap perlu diingat, dalam lingkungan Audit berbasis Sistem Informasi, tidak semua kejahatan yang dilakukan menggunakan komputer masuk ke kategori kejahatan komputer. Upaya penggelapan pajak dimana perhitungannya memakai komputer, membeli barang via internet memakai nomor kartu kredit orang lain, mencuri komputer, dsb tidak masuk kategori kejahatan komputer. Kasus pembobolan Bank Indonesia, meruapakan salah satu contoh dari beberapa kasus kejahatan komputer pernah terjadi di Indonesia.
Pembobolan tersebut terjadi bulan Juli 1996 ketika melakukan pembobolan sejumlah 6,6 Miliar dengan menggunakan bantuan komputer. Dibawah ini merupakan beberapa aspek psikologis yang memicu terjadi fraud dalam lingkungan berbasis Audit Sistem Informasi yang dibagi menjadi dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal:
1. Faktor Internal.
Faktor ini merupakan aspek yang berbicara mengenai manusia sebagai calon pelaku fraud. Pemahaman Auditor terhadap aspek internal akan membantu Auditor dalam menganalisa fraud yang terjadi dalam organisasi bisnis. Pemahaman terhadap aspek internal ini dimaksudkan untuk memahami lebih mendalam mengenai karateristik pelaku fraud yang ada ditinjau dari empat sisi, yakni :
• Hubungan dengan organisasi / perusahaan : Orang dalam (pegawai) sendiri, orang dalam bekerja sama dengan orang dalam, orang luar bekerja sama dengan orang dalam (pegawai), orang dalam bekerja sama dengan orang luar, atau mantan pegawai
• Hubungan antar pelaku yang bekomplotan : teman, keluarga (ayah – anak, suami – istri, adik – kakak, paman – keponakan)
• Sisi Umur. Umumnya berusia relatif mudah dan memiliki kepintaran / keahlian yang tinggi atau berprestasi kerja yang baik
• Tugas/ jabatan orang dalam : petugas kliring, operator komputer back office, bagian rekonsiliasi, bagian rekening koran, asisten bagian EDP, programer/ system analist, petugas dukungan komputer / teknisi, petugas data entry, manajer sistem informasi, manajer keuangan.
2. FAKTOR ESKTERNAL.
Faktor eksternal merupakan aspek yang mempengaruhi manusia, yakni calon pelaku fraud untuk melakukan tindakan kejahatan. Jadi yang menjadi pemicunya adalah aspek eksternal yang ada dalam perusahaan, dalam hal ini perusahaan harus dapat meminimalisasi aspek eksternal yang mempengaruhi terjadinya komputer fraud, sehingga dapat terlihat bahwa pendekatan pencegahan antara aspek eksternal dengan aspek internal akan berbeda fokusnya. Ada 3 aspek dalam faktor eksternal, yakni:
• Incentive/ pressure. Adanya tawaran berupa bonus yang diberikan kepada pihak manajemen atau top-level-management akan membuat pihak manajemen berusaha untuk menyajikan informasi laporan keuangan sesuai dengan kriteria ideal untuk mendapatkan bonus atau insentif. Kecenderungan ini terjadi ketika pemegang saham menjanjikan bonus dengan mensyaratkan kinerja yang menggunakan pengukuran rasiorasio atau elemen dalam laporan keuangan, sehingga adanya kecenderungan manajemen untuk “mengolah” atau “memasak” laporan keuangan yang akan disajikan kepada pemegang saham.
• Oppurtunity. Kesempatan merupakan hal yang paling mempengaruhi terjadinya fraud dalam organisasi bisnis. Adanya kesempatan ini disebabkan oleh pengendalian yang kurang memadai dalam lingkungan berbasis sistem informasi atau dapat juga disebabkan oleh adanya celah dalam pengendalian yang ada. Hal yang perlu diingat oleh organisasi, pengendalian hanya berfungsi untuk mengeliminasi fraud yang terjadi dalam organisasi bisnis bukan menghilangkan resiko yang ada. Hal ini seringkali berkenaan dengan analisa cost-benefit, karena disatu sisi organisasi ingin menerapkan pengendalian yang sangat tinggi yang tentu saja membutuhkan biaya yang tinggi, namun di sisi lain organisasi juga harus melakukan analisa terhadap benefit yang didapatkan oleh organisasi tersebut.
• Rationalization. Faktor ”orang lain juga melakukannya” merupakan hal yang cukup berbahaya bagi organisasi. Hal ini dapat menjadi menjamurnya fraud dalam organisasi. Biasanya kondisi ini dimulai dengan melakukan kejahatan yang kecil hingga menjadi suatu kebiasaan yang akhirnya mencapai klimaks dengan melakukan kejahatan yang sangat merugikan organisasi, hal ini terjadi karena dalam diri manusia, yakni karyawan yang melakukan fraud, persaan yang tidak puas dengan apa yang didapatkan ketika melakukan fraud dalam organisasi. Kondisi ini terus berlanjut dengan mengambil keuntungan yang semakin besar dalam fraud yang dilakukan.
1. Contoh
Salah satu contohnya yaitu pengguna komputer dalam pembuatan software-software untuk bidang psikologi. Misalnya saja, di perusahaan sekarang ini banyak menggunakan software tentang alat tes agar waktu yang digunakan dalam menyeleksi calon karyawan baru lebih cepat dan efisien, serta tidak membuang tenaga para penyeleksinya. Selain itu, contoh lainnya adalah dalam penggunaan software dari microsoft office, dimana yang dahulunya kita harus memakai mesin ketik untuk membuat surat atau membuat tulisan agar terlihat rapih, tapi sekarang berkat adanya komputer dan system informasi maka pekerjaan kita untuk membuat surat atau tulisan yang lain lebih cepat dan bahkan lebih rapih. Contoh lain dalam bidang psikologi yaitu penggunaan laboratorium psikologi dimana didalamnya menggunakan prinsip ilmu komputer.
Contoh lain mungkin dengan sistem konseling online yang sekarang ini banyak beredar dan banyak hadir di situs jejaring sosial. Hal-hal diatas merupakan sebagian contoh penggunaan sistem informasi dalam bidang psikologi saat ini. Dimana, ilmu psikologi juga berkembang berkat adanya perkembangan yang sangat pesat dari ilmu komputer itu sendiri. Sistem informasi psikologi memuat aspek- aspek psikologis dalam perkembangan organisasi berbasis sistem informasi. Contoh dari sistem informasi psikologi disini adalah seperti tes- tes psikologis yang sekarang sudah banyak ditemui di internet, konseling online, dll.

Sistem Informasi Psikologi
Dari penjelasan mengenai pengertian dari sistem, informasi, dan psikologi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan.
Jika seseorang mendengan kata sistem informasi, kebanyakan orang akan membayangkan sebuah komputer serta perangkat-perangkat lainnya. Sistem informasi itu sendiri adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sedangkan sistem informasi psikologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari psikologi dan hubungannya dengan penggunaan komputer dan pengaplikasiannya dalam bidang psikologi. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan psikologi telah dihubungkan dengan bidang sistem informasi seperti penggunaan komputer dalam pengerjaan alat-lat tesnya. Di Unversitas Gunadarma telah menggunakan sistem ini pada praktikum faal di laboratorium psikologi. Hal ini mengembangkan bidang ilmu juga memudahkan bagi asisten laboratorium dan dalam pembelajaran bagi mahasiswa itu sendiri.
Menurut Bunrch dan Grudnistki (dalam Fatta, 2007) sistem informasi yang terdiiri dari komponen-komponen seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, telekomunikasi, dan manusia, disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block) blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block) dan blok kendali (control block). Sebagai suatu sistem blok-blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaranya.

Beberapa pengertin sistem informasi :
Menurut Robert A. Leitch sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Tujuan Sistem Informasi :
1. Menyediakan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen
2. Membantu petugas didalam melaksanakan operasi perusahaan dari hari ke hari
3. Menyediakan informasi yang layak untuk pemakai pihak luar perusahaan.

KOMPONEN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
1. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

4. Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
7. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
8. Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
ELEMEN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
1. Orang
Orang atau personil yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP
2. Prosedur
Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.
3. Perangkat keras
Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran.
4. Perangkat lunak
Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :
1) Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.
2) Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.
3) Aplikasi perangkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.
5. Basis data
File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette,hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas kertas, mikro film, dan lain sebagainya.
A. Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.

B. Komunikasi data
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

SUMBER :
http://febbyindrianiwahab.blogspot.com/ 7 OKTOBER 2012 PUKUL 13.00
http://florensiaangela.wordpress.com/2012/09/30/sistem-informasi-psikolog/ 9 OKTOBER 2012 PUKUL 11.45
http://ichbinfania.wordpress.com/2012/09/29/sistem-informasi-psikologi/ 10 OKTOBER 2012 PUKUL 10.30

gangguan kecemasan II

27 Jun

 

GANGGUAN KECEMASAN

Sifat ganguan kecemasan

  • Ketidakmampuan meghadapi perasaan cemas yang kronis dan intents
  • Sulit menikmati situasi pada umumnya
  • Menghindari situasi yang membuat mereka cemas

Gangguan Panik dan Agorafobia

Serangan gangguan panik

  • periode ketakutan dan ketidaknyamanan fisik yang sangat yang membuat penderitanya kewalahan
  • kehilangan kedali atas sensasi-sensasi
  • nafas pendek, tercekik,pusing atau tidak tenang
  • puncaknya terjadi dalam waktu 10 menit

Macam-macam Serangan panik

  • serangan panik yang tidak terprediksi
  • serangan panik situasional
  • serangan panik yang cenderung dipengaruhi situasi

Agrorafobia

  • kecemasan ketika berada di tempat yang tdak mampu meberi pertolongan gejala panik atau serangan panik
  • ketakutan yang mencangkup situasi berada di luar rumah sendiri,berada dalam sebuah kerumunan sendiri
  • menghindari situasi menakutkan atau bertahan dengan menandai gejala-gejala distres atau kecemasan yang menyebabkan serangan panik atau gejala-gejala panik
  • sudut pandang biologis dan kognitif prilaku telah terbukti bergna untuk memahami dan memberikan teatmen terhadap gangguan ini.
  • Teratmen yang berdasarkan pada sudut pandang kognitif prilaku meliputi metode seperti latihan relaksasi dan in vivo atau imaginal flooding sebagai suatu cara untuk memutuskan siklus negatif yang dimuncukan oleh ketakutan individu yang mengalami srangan panik

 

tips menaikan berat badan

27 Jun

tips untuk menaikan berat badan

  1. 1.       Makan lebih sering
    2. Pilih makanan yang kaya gizi

3. Mengonsumsi minuman smoothies dan shakes
4. Tambahkan makanan ringan padat kalori
5. Tambahkan lebih banyak kalori dalam makanan sehari-hari
6. Mengontrol asupan gula dan lemak
7. Olahraga

8. istirahat yang cukup

9. banyak minum air putih

10. menghindari stres

diet golongan darah

27 Jun

Tips diet berdasarkan golongan darah

Golongan darah O: diet rendah karbohidrat tinggi. Disarankan mengkonsusmsi jahe,kalian,brokoli ubi.dan menghindari kentang,keju,susu,yoghurt

Golongan darah A: rendah lemak tinggi karbohidrat. Disarankan mengkonsumsi bayam,kacang tanah,buncis,tahu,susu kedelai. Menghindari makan daging,susu,lobster,udang,cumi-cumi,es cream

Golongan darah B: diet susu dan produk olahan susu. Disarankan mengkonsumsi terung, ikan laut,keju,roti. Menghindari makanan

Golongan darah AB: diet menesuaikan dengan berbagai macam makanan, disarankan mengkonsumsi Ikan sardin, the hijau, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam),menghindari makanan yang mengandung mentega, kopi,soda.