dewasa madya

27 Jun

Masa Dewasa madya ( Middle Adulthood).

Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai umur enam puluh

tahun. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa ini antara lain:

a) Masa dewasa madya merupakan periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan

manusia.

b) Masa dewasa madya merupakan masa transisi, dimana pria dan wanita meninggalkan

ciri-ciri jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam

kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru.

c) Masa dewasa madya adalah masa berprestasi. Menurut Erikson, selama usia madya ini

orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (stagnasi).

d) Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan

masa sebelumnya, dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini

dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial.

Yusuf LN, H. Syamsu, Dr., M.pd. 2006. Psikoogi perkembangan anak dan remaja. Bandung : PT

Remaja Rosdakarya.

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 – 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320).

Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

PERKEMBANGAN FISIK 

Menurut Hurlock (1980), baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan, dimana penampilannya pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan pasangan mereka, atau mengurangi daya tarik lawan jenis.

Selain itu, sebuah penelitian dalam Nowark (1977) sebagaimana yang dikutip oleh Jhon F. Santrock (1995), menemukan bahwa perempuan berusia dewasa madya lebih memfokuskan perhatiannya pada daya tarik wajah dari pada perempuan yang lebih muda atau tua. Dalam penelitian ini, wanita dewasa madya lebih mungkin menganggap tanda-tanda penuaan sebagai pengaruh negatif terhadap penampilan fisiknya.

Beberapa perubahan fisik yang terjadi pada masa dewasa madya antara lain:

1.       Timbulnya Uban.

2.       Kulit mulai keriput.

3.       Gigi yang menguning.

4.       Tubuh semakin lama semakin pendek karena otot-otot melemah.

5.       Punggung orang dewasa melemah kerena piringan sendi di tulang belakang mengalami penurunan.

6.       Tulang-tulang bergeser lebih dekat antara yang satu dengan yang lainnya.

7.       Sulit melihat objek-objek yang dekat. Daya akomondasi mata, kemampuan untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina mengalami penurunan paling tajam pada usia 40 dan 59 tahun.

8.       Penurunan pada sensitivitas pendengaran.

9.       Menopause. pada usia dewasa madya ini mereka akan mengalami periode menopaose, dimana pada periode ini haid dan kemampuan bereproduksi akan berhenti secara keseluruhan, sehingga dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan bagi wanita, seperti hot flushses, mual, letih, dan cepatya denyut jantung. hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi hormon estrogen oleh indung telur.

10.   Penurunan kebugaran fisik. masalah kesehatan utama pada masa dewasa madya antara lain penyakit kanker, kardivaskuler, dan obesita.

Elizabeth Hurlock. (1980). Psikologi Perkembangan Suatu pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Masa Usia Madya/Masa Dewasa Madya

a.Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik danfisiologis b.Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individuc.Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagiad.Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir  pekerjaane.Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yangdewasaf.Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh

 

tugas perkembangan dewasa madya:

  1. Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis
  2. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
  3. Membantu anak-anak remaja belajar mandiri menjadi orang dewasa yang bertangung jawab dan berbahagia
  4. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan
  5. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisian waktu senggang yang dewasa
  6. Mencapai tangung jawab sosial dan warga Nwgara secara penuh

Penyesuaian diri terhadap perubahan fisik

  • mrpk penyesuaian yg cukup sulit, krn baik indiv. Laki-laki mau pun perempuan hrs mengubah penampilan.
  • Individu hrs menyadari bahwa kondisi fisiknya tidak lagi sekuat masa lalu, bahkan ada beberapa organ tubuh yg sdh mulai “aus”.
  • Individu hrs menyadari bahwa daya tarik seksual, dorongan seks, dan kemampuan berreproduksi sdh smkn berkurang, bahkan pada sebagian besar perempuan kemampuan reproduksinya telah berakhir.

Penyesuaian diri terhadap perubahan minat

  • Pada masa ini, seiring dengan semakin bertam-bahnya usia, biasanya minat cenderung lebih ditekan daripada dikembangkan, spt: dlm penampilan tidak lagi harus mengikuti mode yang sedang trend, melainkan selalu disesuai-kan dengan perubahan fisik yang dialami, karena pertambahan usia, dalam rekreasi tidak lagi hanya sekedar refreshing, melainkan ada unsur olah raganya, dalam rangka menjaga kondisi fisik yg semakin menurun.
  • Ada pergeseran minat yang mengarah pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pribadi (baca: privacy), misalnya membaca, melukis, menonton TV, dsb.
  • Ada kecenderungan penurunan dalam pembe-daan jenis kegiatan antara laki-laki dan perempuan, karena kaum laki-laki cenderung lebih mengarahkan minatnya pada aktivitas2 yang sebelumnya dianggap sebagai kegiatan perempuan, spt: membaca majalah popular, melihat acara-acara TV yang ringan dan menghibur, dsb. Adapun kegiatan2 “maskulin”, spt: olahraga, nonton bola, dsb banyak dikurangi.
  • Ada kecenderungan pada kaum laki-laki maupun perempuan untuk memperdalam pengetahuan ttg kebudayaan dan agama, sebagai pengganti kegiatan2 yang biasa dilakukan dg teman2 sejenisnya, spt: membaca buku2 dengan tema budaya dan/atau agama, melukis objek2 budaya dan/atau agama, menghadiri ceramah2 ilmiah dan/atau agama, dsb.

Penyesuaian diri terhadap standar hidup keluarga

  • Individu cenderung menyesuaikan standar hidup keluarganya dengan income yang dimiliki.
  • Standar hidup juga disesuaikan dengan pangkat/jabatan yang disandang.

Penyesuaian dengan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat

  • Mencapai tanggung jawab social dan dewasa sebagai warga Negara.
  • Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.
  • Mengembangkan aktivitas mengisi waktu luang agar tetap pro-duktif.
  • Menjaga keharmonisan dengan pasangan hidup agar tetap akrab dan menyatu.
  • Menyesuaikan diri dengan kehidupan orangtua yang telah berusia lanjut.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: