Dear D

27 Jun

Pagi ini seperti biasa aku tebangun karena suara oma yang merepet soal betapa air minum cepat sekali habis, ditambah repetan lain tentang ade laki-laki ku yang  suka sekali memberantaki kamar. Yah beginilah pagi hari dirumah…Daripada mood makin jelek karena pagi di hari udah dimulai dengan  yang tidak enak, setelah rapih aku langsung berangkat kerja.

Entah kenapa pagi ini aku punya firasat ketemu Mr D di stasiun kereta. dari hari pertama ku masuk kantor yang karena jaraknya mengaharuskan aku naik kereta untuk sampai kesana, aku selalu berharap untuk tidak bertemu dia di stasiun. Kenapa??? karena aku sadar cerita aku sama dia ibarat lagu Dewa  dengan judul bertepuk sebelah tanggan.

Aku masih ingat awal perkenalan kita yang karena keisengan temen ku meminta nomernya di parkiran kampus dan aku yang tidak mau menyiakan nomernya dan dengan percaya dirinya mengirim pesan untuknya (Mr D), sampai akhirnya kita jadi sering berbalas pesan ya walau kebenyakan aku yang mulai megiriminya pesan terlebih dahulu. tapi hal ini gak berlangsung lama setelah 3 atau 4 bulan saling berbalas pesan aku memutuskan menyudahinya karena  selama aku berbalas pesan dengannya hubungan kami hanya lewat pesan semata walau sebenernya aku merasa mengenal Mr D lebih baik  dangan saling berbalas pesan. Tapi ini dunia nyata bung bukan skenario FTV, hubungan semacama ini gak jelas arah dan tujuannya. ditambah fakta bahwa kami berbeda keyakinan semakin memantapkan aku untuk menyudahinya. 

Satu semester tidak kontak kami dipertemukan lagi dengan cara yang tidak kalah seru. Siang itu dosenku sedikit tersulut emosi karena mendengar berita bahwa hanya mahasiswa yang sedang menyusun skipsi saja yang boleh masuk ruang refrensi di perpustakaan kampus. Aku diminta untuk menemaninya ke perpus untuk mencari kebenaran berita ini, sampai di perpus dosen ku langsung mencecar pustakawan yang sedang betugas dengan banyak pertanyaan, tapi aku merasa sedikit aneh kenapa pustakawan yang sedang dibombardir pertanyaan dengannada tingi oleh dosenku ini malah sepertinya senyum-senyum kearah ku hingga membuatku melirik kebelakang, kanan dan kiri ya barang kali saja yang dia beri senyuman itu orang di dekatku tapi tidak ada orang lain didekat ku, begitu sampai kembali dikelas aku pun langsung bercerita pada teman-teman kalau ada perpustakawan yang ganteng di perpus kampus kita, setelah sampai rumah aku baru sadar kalo perpustakawan itu adalah Mr  D laki-laki yang pernah berbalas pesan denganku beberapa bulan yang lalu. Setelah kejadian itu kejadian lucu lain terjadi tepatnya dilobi kampus, seorang temaku yang usil menarik tanggan Mr D dan membawanya ke arahku, sebagai balasan karena keusialanku menjailinya dengan memanggil seorang mahasiswa yang disukainya. Aku masi ingat bagaimana malunya aku saat itu. Semenjak hari itu aku jadi sering berkunjug ke perpustakaan hanya untuk mencuri perhatiaannya. Kami juga sempat taruhan bola bersama dan karena aku menang di memberikan aku permen jelly dan kami pun punya kesempatan untuk berbincang berdua dengan cukup lama. Aku masih ingat bagaimana aku salah tingkah dan kehabisan kata-kata saat itu. Kami kembali tidak saling kontak setelah Mr D lulus dan mulai bekerja, aku sadar jarak kami terlalu jauh sekarang hanya kedekatanku dengannya tak lebih dari sekedar teman ya walau aku menyipan perasaan dengaannya.

*****

Waktu berlalu aku tengah meyusun skipsi dan membuatku harus bulak balik ke perpustakaan nasional untuk mencari bahan. Kebetulan itu pun terjadi lagi hari yang sudah beranjak siang tapi tak berpengaruh sedikitpun pada banyaknya orang yang menunggu kereta di distasiun, ternyata hari itu kereta mengalami ngangguan yang menyebabkan kacaunya jadwal keberangkatan. Aku yang sudah gelisah karena temanku tak juga tiba di stasiun sengaja menunggu di luar peron, sampai aku melihat sorang yang sudah 1 lebih tidak pernah aku temui atau bahkan kontak ya MR D.  rasanya ingin sekali aku menegurnya, walau lebih banyak ketakutanku karena mungkin saja dia sudah tidak mengenaliku lagi. Keberanianku kurang untuk mengenur terlebih dahulu akhirnya aku putuskan diam saja tapi tak lama kemudian ada pesan masuk ke telpon gengam ku dan itu dari Mr D

Mr D    : lagi di Stasiun lo?

Aku      : Iya kok tau

Mr D    ; Keliatan di CCTV

Aku      : emang gue maling keliatan di CCTV

Mr D    : sama siapa lo?

Aku      : sendirian temen gue belom dating

Setelah pesan itu Mr D tidak membalas lagi dan aku menarik kesimpulan kalau dia juga melihat ku dan hanya ingin memastikan kalau itu aku agar bias pergi menjauhi ku. Kereta pun dating aku  pun bersiap untuk naik. Namun tiba-tiba sosok yang aku perhatikan sejak tadi berjalan kearah ku Mr D menebar senyum dan kami pun berbincang banyak selama perjalanan. Semenjak hari itu aku kembali berkomunikasi dengannya, aku juga kali bertemu secara tidak sengaja di stasiun. Hubungan kian dekat aku bahkan sempat 2 kali kekantornya yang pertama karena aku ingin pulang bareng dengannya yang kedua utuk mengantarkan undanganpernikahan kakaku padanya. 2 kali juga aku diantar pulang kerumah dengannya. Aku juga dikenalkan pada seorang temannya. Mr D pun sempat ku kenalkan pada tante dan sepupuku. Mr D sempat beberapa kali mengajakku jalan walau pada hari H nya ia menghilang tak ada kabar kejelasan dan aku kecewa puncaknya hubungan ku dengannya kembali meregang karena Mr D tidak datang ke pernikahan kakak ku dan ketidakhadirannya tanpa ada kabar berita. Ya aku  sangat kecewa tapi hal ini menyadarkanku kembali dimana posisiku, aku selalu merasa hal yang membuat kami seakan jalan ditempat mungkin karena perbedaan keyakinan kami.  beberapa hari setelahnya aku mengetahui Mr D sudah punya kekasih. Dan karena keingintahuanku yang besar di sertai canggihnya teknologi sekarang ini aku tau  Mr D dan pacarnya yang sekarang juga berbeda keyakinan. Hal ini membuatku bingung apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Mr D. aku sadar mungkin selama ini hanya aku yang menyukainya Sentara dia tidak.

*****

 

Dan benar saja pagi itu distasiun kereta aku kembali betemu dengannya.  Aku kembali bebincang dengannya. Walau aku tidak mau bertemu dengannya tapi tetap saja hati kecilku mengharapkan bertemu dengan nya dan selalu merasa senang jika aku bertemu dengannya. Sebagaimana 2 tahun lalu disaat aku pertama kali bertemu dengannya aku masih tetap menyimpan perasaan padanya bagaimana rasa sukaku tumbuh terlalu jauh sehingga akhirnya saat ini aku seakan terkurung oleh perasaan itu sendiri. Aku ingin melupakannya menjalani kembili hari ku dengan normal, tanpa teringat oleh bayangnya  dan melupakan sakitnya cinta sebelah tanggan aku selalu menebak apa sesungguhnya perasanya terhadapku.  Aku yakin masih akan ada pertemuan yang lain di hari nanti dengannya. Walau satu yang tak bisa aku yakini kapan aku akan sepenuhnya melupakan perasaanku padanya.

*****

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: